Senyum juara @Relawan_RZ makassar mengadakan RGTS di SD prumnas I,II&IV, bersama siswa & siswi, guru2 dan org tua siswa.
dgn agenda: senam sehat & otak, penyuluhan sikat gigi, rengkin1, games, tes golongan darah dan tes metabolik utk guru-guru dan orng tua siswa. Relawan yamg hadir sebanyak 16.
#satu_arah. #BerbagiSenyum
Materi Mahasiswa
1
Tuesday, December 30, 2014
Aksi relawan RGTS
Thursday, June 14, 2012
Laporan Zoologi Invertebrata
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kelas Aves adalah kelas hewan vertebrata
yang berdarah panas dengan memiliki bulu dan
sayap. Tulang dada tumbuh membesar dan memipih, anggota gerak belakang
beradaptasi untuk berjalan, berenang dan
bertengger. Mulut sudah termodifikasi menjadi paruh, punya kantong hawa, jantung terdiri dari empat
ruang, rahang bawah tidak mempunyai gigi
karena gigi-giginya telah menghilang yang digantikan oleh paruh ringan
dari zat tanduk dan berkembang biak dengan bertelur. Kelas ini dimanfaatkan
oleh manusia sebagai sumber makanan, hewan ternak, hobi dalam peliharaan. Dalam
bidang industri bulunya dapat
dimanfaatkan contohnya baju, hiasan dinding, dan lainnya.[1]
Aves adalah hewan paling dikenal orang
karena dapat dilihat dimana-mana, aktif pada siang hari, dan unik dalam hal
memiliki bulu sebagai penutup tubuh. Dengan bulu itu tubuh dapat
mengatur suhunya dan berfungsi juga untuk terbang. Dengan kemampuan terbang itu aves
mendiami semua tempat. Warna dan suara dari beberapa aves merupakan daya tarik
dan mempunyai nilai ekonomi. Beberapa jenis aves merupakan bahan makanan
sebagai sumber protein. Ilmu yang mempelajari burung disebut Ornithologi.[2]
A. Tujuan
Adapun tujuan
pada tujuan praktikum ini yaitu untuk mengetahui dengan jelas morfologi,
anatomi, dan organ-oran yang terdapat pada aves.
B. Manfaat
Adapun manfaat prktikum ini yaitu
untuk mengetahui organ-organ yang terdapat pada aves.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Aves adalah vertebrata yang memiliki
ciri-ciri sebagai berikut : adanya bulu yang menutupi tubhnya, anggota gerak depan sudah
termodifikasi menjadi sayap, anggota gerak belakang teradaptasi untuk berjalan, berenan
dan bertengger, pada tungkai terdapat sisik, rahang bawah tidak mempunyai gigi, mulut
termodifikasi menjadi paruh, jantung terdiri dari empat ruang, mempunyai kantong udara atau
kantong hawa (air sac) yang berperan dalam
membantu sistem pernapasan terutama pada saat terbang, berkembang biak dengan bertelur (oviparous). Begitu banyak ciri-ciri
dari kelas aves ini. Yaitu; menentukan ukuran
dapat dilakukn dengan membandingkan ukuran burung yang telah dikenal umumya,bentuk
burung tersebut gemuk, langsing,
mempunyai ekor, dan leher pendek atau panjang, sayap pendek dan membulat atau panjang dan meruncing,
Susunan warna ada perbedaan yang nyata pada susunan warna atau tidak, punya garis
mata atau tidak, punya garis pada sayap atau tidak, dan ada atau tidaknya bintik pada badan,
berbentuk kerucut paruhnya, langsing, bulat, pendek, panjang, lurus atau
melengkung,kaki pendek, sedang, atau panjang, berselaput atau tidak, berlobus atau
tidak, cara yang tidak kalah pentingnya dalam mengidentifikasi burung adalah dengan
mengenali suaranya.[3]
Aves
adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal),
sedangkan hewan lainnya tidak ada yang berbulu. Aves adalah vertebrata yang
dapat terbang, karena mempunyai sayap yang merupakan modifikasi anggota gerak
anterior. Sayap pada aves berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal.
(pada fosil Pterodactyla = reptilian dan chiropetra = mamalia terbang, sayap
berasal dari elemen-elemen tubuh distal). Kaki pada aves digunakan untuk
berjalan, bertengger, atau berenang (dengan selaput interdigital).
Karakteristik tengkorak aves meliptui tulang-tulang tengkorak yang berfusi
kuat, paruh berzat tanduk. Aves tidak bergigi. Mata besar. Kondil oksipetal
tunggal. Contoh aves, burung, dan penguin.[4]
Aves hidup di
darat. Kelompok ini dibedakan menjadi dua berdasarkan kemampuan terbangnya,
yaitu karinata dan ratita. Burung yang tergolong karinata memiliki taju dada (carina). Taju dada
berfungsi menyokong otot dadanya yang besar. Otot dada memberikan kekuatan
terbang. Pada pinguin contohnya pinguin gentoo (Pygoscelis papua), yang
merupakan karinata yang tidak terbang, otot dadanya digunakan untuk berenang di
laut mencari makanan. Hampir 60% spesies burung karinata tercakup dalam ordo passeriformes atau burung bertengger.
Burung bertengger memiliki jari kaki yang dapat mencengkeram dahan pohon, contoh burung
ini adalah burung merpati (Columbia livia), burung pipit (Anthus sp.) dan
berbagai burung pengicau lainnya. Ayam (gallus gallus domesticus) juga
tergolong karinata. Burung yang tergolong ratita otot dadanya tidak sebesar
burung karinata. Burung unta (Struthio camelus), kiwi (Apteryx australis), dan
emu (Dromaius novaehollandiae) adalah contoh burung ratita.[5]
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
A.
Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut
:
Hari/ tanggal : Kamis/ 23 Juni 2011
Pukul : 10.00 – 12.00 WITA
Tempat : Laboratorium Zoologi
Lantai 2
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar Samata-Gowa.
B.
Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun
alat yang digunakan pada praktikum ini adalah papan bedah atau papan seksi,
alat bedah, kapas dan tissue
2. Bahan
Adapaun
bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu itik (Cairina moschata).
C.
Cara Kerja
Adapun
cara kerja pada praktikum ini yaitu :
1.
Menyiapkan
itik (Cairina moschata) yang akan
digunakan.
2.
Menyembelih itik (Cairina
moschata) tersebut.
3.
Meletakkan
itik (Cairina moschata)yang telah
disembeli sebelumnya di atas papan bedah.
4.
Mengamati
bagian morfologi serta bagian anatomi itik (Cairina
moschata) tersebut.
5.
Menggambar
bentuk morfologi serta bentuk anatomi itik (Cairina
moschata) beserta bagian-bagiannya.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Pengamatan
Adapun
hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut :
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|



|
Keterangan
:
1. Organum visus
2. Tembolok (Ingluvies)
3. Cloaca
4. Alae
5. Femur
6. Crus
7. Pes
8. Membran swim
9. Maksila
10. Nostril
11. Mandibula
2.
|
|
|
|
|
|

Keterangan :
1. Hati (Hepar)
2. Empedal (Gizzerd)
3. Testis
4. Jantung (Cor)
5. Intestinum
6. Pulmo
a.
Sistem pencernaan
Sistem pencernaan
Keterangan :
1. Esofagus
2. Tembolok (Ingluvies)
3. Lambung kelenjar
4. Empedal (Gisserd)
5. Hepar
6. Intestinum
7. Rektum
8. Cloaca
b.
Sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi
Keterangan :
1. Ascending aorta
2. Atrium kanan
3. Atrium kiri
4. Ventrikel kanan
5. Ventrikel kiri
c.
Sistem reproduksi
Sistem reproduksi
Keterangan
:
1. Testis 5.Vesikula seminalis
2. Ginjal (Ren) 6. Coprodeum
3. Vas deferens 7. Urodeum
4. Ureter 8. Cloaca
d.
Sistem pernapasan
Sistem pernapasan
Keterangan :
1. Trachea
2. Saccus cervicalis
3. Saccus interclavicularis
4. Saccus axillaris
5. Saccus thoracalis enterior
6. Saccust horacalis posterior
7. Pulmo
8. Saccus abdominalis
B. Pembahasan
1. Morfologi
Pada bebek tubuh dibedakan atas Caput (kepala) terdapat rostrum
(paruh), yang terbentuk dari maxilla, nares (lubang hidung), cera, merupakan
suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas.Organon
visus (alat penglihat), porus acusticus externus (lubang telinga luar),
terletak di sebeleh dorso-caudal mata, sedangkan membrana tymphani yang
terdapat disebelah dalamnya untuk menangkap getaran suara. Pada cervix (leher) biasanya
panjang.Truncus (badan), dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada
otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi
bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat
resisten. Dan Caudal (ekor) mempunyai bulu-bulu
ekor yang berpangkal di uropygium.
2. Anatomi
a. Sistem pencernaan
Di dalam rongga mulut burung tidak terdapat gigi sehingga
makanan tidak dikunyah dan langsung masuk ke dalam
kerongkongan, tembolok merupakan
pelebaran ujung bawah kerongkongan, tembolok berbentuk kantung, tembolok berguna untuk menyimpan makanan
sementara, memiliki lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Lambung pengunyah (lambung otot atau empedal)
sering pula disebut ampela. Kontraksi otot lambung pengunyah ini mencerna makanan secara mekanik, dari
lambung, makanan hasil pencernaan menuju usus halus, di dalam
usus halus terjadi pencernaan secara kimiawi. Menuju
cloaka. Yang merupakan muara tiga
saluran, yaitu saluran pencernaan,
saluran urin, dan saluran kelamin
(saluran perkembangbiakan).
b. Sistem sirkulasi
Pada
Sentralnya terdapat cor yang ada di linea mediana, yang berbentuk kerucut, dibungkus
oleh oleh pericardium, pembuluh darahnya adalah venae dan arteriae yang keluar
dari ventriculum sebanyak 3 buah yaitu; arteri anonima sinistra menuju ke kiri. Arteri anonima
dextra menuju ke kanan. Masing-masing arteri anonima bercabang menjadi arteri
carotis communis yang menuju ke kepala, arteri pectoralis yang besar menuju ke
musculus pectoralis mayor, arteri sublavia yang menuju ke ketiak menjadi arteri
axillaris dan yang menuju ke anggota muka menjadi arteri branchialis.Aorta,
merupakan sisa dari archus aorticus yang menuju ke kanan, sedangkan archus
aorticus yang menuju ke kiri telah hilang. Archus aortae itu melingkari
bronchus dextrum lalu membelok ke caudal menjadi aorta dorsalis.Dari
ventriculum dextrum yang keluar hanya sebuah arteri yaitu arteri pulmonalis
yang selanjutnya pecah menjadi ramus dextrum menuju ke pulmo kanan dan ramus
sinistrum menuju ke pulmo kiri.
c. Sistem reproduksi
Pada genitalia Jantan testis berjumlah
sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, terletak di
sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya
membesar. Saluran reproduksi tubulus mesonefrus
membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk
duktus deferen. Dan pada genitalia betina ovarium berkembang hanya yang kiri,
dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.bentuknya panjang, bergulung,
dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa
bagian bagian anterior dan posteriornya.
d. Sistem pernapasan
Bernafas
dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (sakus
pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap. Kantong udara
terdapat pada pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks
anterior) antar tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks
posterior), rongga perut (saccus abdominalis), ketiak (saccus axillaris) pada
kantong udara berfungsi, membantu pernafasan terutama saat terbang, menyimpan
cadangan udara (oksigen), memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat
burung berenang, mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak. Inspirasi
yaitu udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk
(interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang
dada membesar. Akibatnya teklanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar
yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke
paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan
udara. Dan Ekspirasi yaitu otot
interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula.
3. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Anseriformes
Familia : Anatidae
Genus : Cairina
Spesies : Cairina muscovy
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini yakni berdasarkan
morfologinya, tubuh bebek terbagi atas caput, cervix, truncus, cauda dan
sepasang extremitas yaitu extremitas anterior (sayap) dan extremitas posterior
(kaki).
Cavum oris ayam
terdiri dari maxilla dan mandibula. Pada bulu terbagi 3 macam, yaitu ; plumae
calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus posterior dan vexillum, plumulae
: calamus, rachis, barbae dan barbulae dan filoplumae. Sedangkan berdasarkan
anatominya, terdapat beberapa sistem organ, yaitu; sistem cardiovaskuler
terdapat cor dan pembuluh darah, sistem digestorium terdapat rostrum, cavum oris, pharynx,
esophagus, ingluvies, proventriculus, ventriculus, intestinum tenue dan
crassum, hepar, pankreas dan glandula salivales, sistem urogenital
terdapat ren, ureter, kloaka dan ovarium
dan sistem respiratorium terdapat nares, larynx, trachea,
pulmo, syrinx dan saccus pneumaticus.
B.
Saran
Adapun saran pada
parktikum ini sebaiknya praktikan lebih teliti dalam mebedah organ-orang harus
lebih teliti.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Anynomous a, http/ Blogspot.com/ 18 juni 2011
Anonim. Priyono dan Subiondono, http/ Blogspot.com/ 27 juni 2011
Maskoeri. 1991. Zoologi
Hewan, Erlangga,
Jakarta.
Mukayat. 1990. Aves, Erlangga, jakarta.
Subscribe to:
Posts (Atom)